Minggu, 22 Mei 2011

Aplikasi sistem perbankan dalam membuka rekening, tutup rekening, transaksi tabungan, dan penarikan tabungan

Perkembangan perbankan saat ini semakin cepat, sehingga nasabah akan di permudah dalam hal pembukaan rekening, menabung DLL, sehingga nasabah yang ingin bertransaksi akan lebih mudah dalam bertransaksi di bank.

Pertama saya akan menjelaskan bagaimana proses pembuatan aplikasi perbankan untuk
pembukaan rekening:

•Pembukaan tabungan
Setiap pemohon yang akan membuka rekening tabungan wajib mengisi formulir pembukaan tabungan yang terdiri dari tiga rangkap didalamnya terdapat isian mengenai data pribadi pemohon. Selain mengisi formulir, pembukaan tabungan, pemohon diharuskan memberikan fotocopy kartu identitas diri dan memberikan contoh tanda tangan yang diserahkan pada bagian yang bersangkutan yaitu teller dan seksi tabungan/ Langkah berikutnya adalah pengisian slip setoran awal yang telah dilengkapi dengan nomor tabungan dan nama tabungan.
• Penyetoran tabungan
Seorang nasabah jika ingin manabah rekening tabungan maka ia akan melakukan penyetoran tabungan dapat dilaksanakan dengan cara : Setoran tunai,setoran kliring dan pemindah bukuan. Setiap jenis penyetoran tersebut harus dilengkapi dengan slip setoran atau ticket.
• Penarikan tabungan
Penarikan tabungan dilaksanakan dengan bantuan proses earmarking,(pengkorfirmasian transaksi antar cabang)dimana tugas yang bersangkutan langsung mengetahui posisi saldo rekening penabungan melalui bantuan input computer.Dengan cara ini petugas yang bersangkutan langsung dapat mengetahui ada tidaknya dana yang akan ditarik penabung.

Menu Utama dalam Sistem Aplikasi Tabungan
• Buka system (cash officer)
Tujuan dari pembukaan sistem adalah untuk menjaga keamanan masing-masing departement, karena disini akan diketahui tanggal proses terakhir, tanggal hari saat sistem di buka dan tanggal proses selanjutnya.
• Buka terminal
Fungsi ini di gunakan untuk membuka terminal dari masing-masing petugas sesuai dengan staff ID dan autorisasinya.
• Tutup system
Apabila semua kegiatan akhir hari atau akhir bulan telah selesai maka akan dilakukan tutup sistem. untuk menutup sistem yang pertama kali menutup adalah kepala departement karena sebelum sistem ditutup kepala departement akan melakukan pemeriksaan terhadap setiap transaksi
• Merubah tanggal mesin
Pada modul yang di jalankan dengan menggunakan pc biasa,terdapat kemungkinan bahwa suatu pc.
• Format disket
Proses format disket untuk memback up file transaksi yang terjadi pada saat itu.


Sub Menu Operasional Tabungan dalam Sistem Aplikasi Tabungan berserta kode user id nya
• cash officer dengan user ID COF atau T01.
• head teller dengan user ID HTL atau T01.
• costumer service dengan user ID CSO ATAU t03.
• Teller 1 dengan user ID GT1 atau T04.
• Teller 2 dengan user ID GT2 atau T05.
• Teller 3 dengan user ID GT3 atau T06.


untuk menutup rekening hal yang harus di lakukan adalah nasabah datang ke cso (customare service officer)
dan mohon untuk di tutup systemnya yang anda inginkan

Selanjutnya Penarikan Tabungan

Dapat Di layani menggunakan ATM (Automatic Teller machine) yang mana dapat di ambil uangnya setiap saat
tergantung batas penarikan kartu atm yang kita miliki
Dengan sytem Online penarikan serta penyetoran dapat di lakukan di bank cabang mana saja mungkin setau saya cabang pembantu.

mungkin ini saja yang dapat saya jelaskan..
Thank's you

Jumat, 20 Mei 2011

Pengenalan Mikrotik

Mungkin agan" n sista blum paham sekali ttg yg nanti saya akan jelaskan, hmmm langsung cekibrot deh

Mikrotik adalah sistem operasi independen berbasiskan Linux khusus untuk komputer yang difungsikan sebagai Router.

Untuk instalasi Mikrotik tidak dibutuhkan piranti lunak tambahan atau komponen tambahan lain. Mikrotik didesain untuk mudah digunakan dan sangat baik digunakan untuk keperluan administrasi jaringan komputer seperti merancang dan membangun sebuah sistem jaringan komputer skala kecil hingga yang kompleks sekalipun.

Mikrotik dibuat oleh MikroTikls sebuah perusahaan di kota Riga, Latvia. Bagi yang belum tau, Latvia adalah sebuah negara yang merupakan “pecahan” dari negara Uni Soviet dulunya atau Rusia sekarang ini. Dengan nama merek dagang Mikrotik mulai didirikan tahun 1995 yang pada awalnya ditujuka untuk perusahaan jasa layanan Internet (PJI) atau Internet Service Provider (ISP) yang melayani pelanggannya menggunakan teknologi nirkabel atau wireless. Saat ini MikroTikls memberikan layanan kepada banyak ISP nirkabel untuk layanan akses Internet dibanyak negara di dunia dan juga sangat populer di Indonesia.

Mikrotik pada standar perangkat keras berbasiskan Personal Computer (PC) dikenal dengan kestabilan, kualitas kontrol dan fleksibilitas untuk berbagai jenis paket data dan penanganan proses rute atau lebih dikenal dengan istilah routing. Mikrotik yang dibuat sebagai router berbasiskan PC banyak bermanfaat untuk sebuah ISP yang ingin menjalankan beberapa aplikasi mulai dari hal yang paling ringan hingga tingkat lanjut. Contoh aplikasi yang dapat diterapkan dengan adanya Mikrotik selain routing adalah aplikasi kapasitas akses (bandwidth) manajemen, firewall, wireless access point (WiFi), backhaul link, sistem hotspot, Virtual Private Netword (VPN) server dan masih banyak lainnya.

Mikrotik bukanlah perangkat lunak yang gratis jika kamu ingin memanfaatkannya secara penuh, dibutuhkan lisensi dari MikroTikls untuk dapat menggunakanya alias berbayar. Mikrotik dikenal dengan istilah Level pada lisensinya. Tersedia mulai dari Level 0 kemudian 1, 3 hingga 6, untuk Level 1 adalah versi Demo Mikrotik dapat digunakan secara gratis dengan fungsi-fungsi yang sangat terbatas. Tentunya setiap level memilki kemampuan yang berbeda-beda sesuai dengan harganya, Level 6 adalah level tertinggi dengan fungsi yang paling lengkap. Secara singkat dapat digambarkan jelaskan sebagai berikut:

  • Level 0 (gratis); tidak membutuhkan lisensi untuk menggunakannya dan penggunaan fitur hanya dibatasi selama 24 jam setelah instalasi dilakukan.
  • Level 1 (demo); pada level ini kamu dapat menggunakannya sbg fungsi routing standar saja dengan 1 pengaturan serta tidak memiliki limitasi waktu untuk menggunakannya.
  • Level 3; sudah mencakup level 1 ditambah dengan kemampuan untuk menajemen segala perangkat keras yang berbasiskan Kartu Jaringan atau Ethernet dan pengelolan perangkat wireless tipe klien.
  • Level 4; sudah mencakup level 1 dan 3 ditambah dengan kemampuan untuk mengelola perangkat wireless tipe akses poin.
  • Level 5; mencakup level 1, 3 dan 4 ditambah dengan kemampuan mengelola jumlah pengguna hotspot yang lebih banyak.
  • Level 6; mencakup semua level dan tidak memiliki limitasi apapun.

Jika kamu ingin sekedar untuk mencoba-coba silakan gunakan Level 1 sebagai awal. Sedangkan untuk kamu yang ingin menggunakan seluruh fitur dari Mikrotik maka mau tidak mau kamu harus membeli lisensinya.

Berapa Harga Lisensi Mikrotik?

Dibawah ini adalah harga standar jika kamu membeli langsung dari Mikrotik, yaitu:

  • Level 0 : gratis tanpa harus registrasi namun hanya untuk 24 jam penggunaan.
  • Level 1 : gratis untuk demo, namun harus melakukan registrasi di website resmi Mikrotik.
  • Level 3 : gratis, juga harus lakukan registrasi.
  • Level 4 : berbayar, harga $45.
  • Level 5 : berbayar, harga $95.
  • Level 6 : berbayar, harga $250.

Saat ini versi Mikrotik telah mencapai versi 3, namun masi tersedia juga versi lama yang terakhir adalah versi 2.9.51. Mikrotik hanya didistribusikan dalam bentuk berkas atau FIle yang dapat diunduh atau download dari website resmi mereka di http://www.mikrotik.com/download/html. Ukuran file versi 3.07 adalah sekitar 21.63 Mb sedangkan versi 2.9.51 adalah 15.09 Mb.

sumber : http://www.sejutablog.com/pengenalan-mikrotik/

Senin, 25 April 2011

Perdebatan tentang Microsoft Access

Setelah ulasan-ulasan singkat pada bagian sebelumnya untuk memberikan sedikit latar belakang teori, maka sudah saatnya kita mengulas pendapat tentang Microsoft Access yang ada dalam banyak forum termasuk di dalam forum atau blog MSDN.
• Microsoft Access tidak banyak digunakan.
• Microsoft Access adalah mainan/“toy”.
• Microsoft Access tidak berkembang.
• Microsoft Access tidak bisa membuat komponen komponen.
• Aplikasi Microsoft Access adalah aplikasi yang hanya cocok untuk prototipe.

Sebelum kita masuk pada ulasan-ulasan ini ada baiknya kita harus mengingat dua hal yang penting di atas yaitu: Philosophy dan dua sifat Microsoft Access.

Apakah Benar Microsoft Access Tidak Banyak Digunakan?
Yang mengatakan ini pasti tidak pernah melihat diskusi di situs-situs internet seperti MSDN, Google dan lain sebagainya. Kenyataannya adalah Microsoft Access database adalah RDBMS yang paling populer di muka bumi yang pemakainya berjuta-juta orang. Tepatnya berapa tidak ada yang bisa tahu karena banyak sekali mereka-mereka seperti bos di atas, siswa-siswi, mahasiswa-mahasiswi, profesor di universitas yang hanya menggunakan Microsoft Access untuk kepentingan tugas atau pribadi yang tidak mungkin terdeteksi satu persatu.

Microsoft Access adalah Mainan/“Toy”
Tanya seorang anak kecil, apakah yang paling disukainya. Anak-anak akan mengatakan bahwa mereka suka mainan. Demikian pula orang dewasa suka sekali pada hal yang menyenangkan. Apa salahnya dengan hal-hal yang menyenangkan dalam pekerjaan? Microsoft Access adalah alat yang menyenangkan karena mudahnya pembelajar awal untuk membuat sesuatu yang berguna. Sukses kecil dari awal akan memberikan motivasi yang luar biasa untuk belajar.
Kritik ini dapat dipastikan dari orang-orang yang menyukai hal-hal teoritis dan tidak mengerti alasan dibuatnya Microsoft Access. Orang-orang teoritis ini suka sekali pada hal-hal yang ruwet dan tidak mempertimbangkan kecepatan dalam pengembangan. Kebalikannya, pimpinan perusahaan seperti di atas sangat menghargai kecepatan dan waktu dan tidak peduli bila Microsoft Access “heavily sub classing”- istilah itu adalah untuk menyatakan pembuatan class dari class sampai beberapa kali. Kemungkinan besar bos itu sama sekali tidak mengerti istilah yang dimaksud.

Ada pendapat menarik dari Dan Appleman dalam bukunya “Moving to VB NET” halaman 61 yang yang mengkritik programmer yang terlalu teoritis. Harap diingat yang dimaksud VB dalam komentarnya adalah VB 6 atau sebelumnya.

“Saya pikir pengembang VB merasa terintimidasi oleh pengembang C++, yang mempunyai kecenderungan untuk menaikkan hidungnya dan berkata, VB bukan bahasa berorientasi objek yang benar. Bahasa berorientasi objek mempunyai sifat ‘Inheritance’ – yang mana pengembang dalam bahasa VB dapat menyelesaikan kode yang sama banyak dalam satu jam sedangkan pengembang C++ menyelesaikannya dalam satu minggu. Tetapi itu tidak masalah karena C++ adalah bahasa yang modern, elegan, profesional, OOP dan VB hanya mainan bagi pengembang pemula, yang dirancang bagi mereka yang tidak bisa mengatasi C++”
Penulis setuju dengan kritikan Dan Appleman.

Microsoft Access Tidak Berkembang
Ini keluhan dari pengembang profesional Microsoft Access yang ditemukan di blog MSDN. Namun sayangnya karena tidak memberikan keterangan Microsoft Access yang mana maka keluhan ini bisa mengarah pada hal yang tidak tepat. Bila yang dimaksud adalah Microsoft Access sebagai back-end maka hal ini ada benarnya. Lihat bagian lampiran Database Specifications yang penulis ambil dari dokumentasi Help Microsoft Access 2007 yang memang tidak banyak perubahan. Pertanyaannya adalah untuk apa dan mengapa?
Banyak keluhan bersumber karena lemahnya mereka pada teori desain database sehingga mereka memerlukan banyak sekali tabel untuk aplikasinya yang semestinya bisa berkurang lebih dari 50 persen dari yang seharusnya.

Bila melihat Access sebagai front-end maka keluhan itu bisa jadi salah besar dengan terus ditambahkannya fitur-fitur yang bermanfaat seperti koneksi Microsoft Access Project untuk koneksi ke SQL Server, koneksi ke SharePoint dan tampilan terbarunya dengan UI Ribbon. Secara pribadi penulis sependapat dengan perkembangan yang terjadi dengan Microsoft Access.
Jika karena suatu hal Microsoft Access harus dipisahkan dan menghilangkan salah satu dari dua sifat Microsoft Access (lihat teori divergensi), mana yang anda pilih, menghilangkan Access sebagai back-end atau menghilangkan Access sebagai front-end. Penulis lebih memilih menghilangkan Access back end. Perhatikan perkembangan yang terjadi dengan Microsoft SQL Server Express yang databasenya dapat dianggap sebagai file server. Penulis mengharapkan SQL server Express ini dapat terus dikembangkan dan disederhanakan.

Microsoft Access Tidak Bisa Membuat Komponen-Komponen
Jika yang dimaksud dengan membuat dll (Dynamic Linking Library) maka ada benarnya pendapat tersebut tetapi kita bisa membuat sub sistem-sub sistem dari aplikasi dengan memecahnya menurut fungsi-fungsinya. Dan bila diperlukan untuk membuat dll maka kita bisa membuatnya dengan aplikasi VB6 atau sebelumnya. Ini mungkin akan mengejutkan bila saya katakan bahwa Microsoft Access juga bisa menggunakan dll yang dibuat oleh teknologi NET. Alasan utama mengapa penulis tidak pernah membuat dll dengan teknologi NET adalah karena keharusan mempunyai NET Framework bila pengguna menggunakan aplikasi Microsoft Access yang kami buat. Ini juga mungkin akan mengejutkan anda, bila kami katakan bahwa Microsoft Access juga bisa dikembangkan dengan metodologi OOP dan dirancang dengan teknologi “Three or More tier”.

Aplikasi Microsoft Access adalah Aplikasi yang Hanya Cocok untuk Prototipe
Saya pernah membaca buku yang mengatakan bahwa Microsoft Access hanya cocok untuk membuat prototipe aplikasi. Kalau penulis itu merubah kalimatnya dengan “Microsoft Access cocok untuk membuat prototipe” maka penulis setuju tetapi Microsoft Access tidak hanya cocok untuk membuat prototipe, Microsoft Access adalah alat pengembangan database yang handal yang dapat digunakan untuk membuat aplikasi database desktop ataupun untuk membuat aplikasi client server dengan Microsoft SQL server sebagai back-end nya. Jadi aplikasi Microsoft Access anda jangan dibuang tetapi perlu terus dipelihara dan dikembangkan sesuai dengan spesialisasi perusahaan di mana anda bekerja.

Kesimpulan

Microsoft Access adalah alat favorit penulis namun bukan alat pengembangan yang ideal. Mengapa demikian? Ada hal yang membuat iri penulis kepada pengembang NET karena tersedianya koleksi “Class” yang luar biasa besar pada teknologi NET. Kami cukup dibuat repot dengan keterbatasan pada Microsoft Access karena terbatasnya “library” yang ada, misalnya saja untuk fungsi clipboard untuk gambar yang mengharuskan kami menggunakan API yang cukup rumit dan kode yang panjang, dibandingkan dengan satu baris kode bila menggunakan satu Class pada NET.

Mengapa tidak menggunakan VB NET? Ada satu alasan yang masuk akal mengapa tidak menggunakan VB NET untuk aplikasi database kami. Microsoft Access adalah keluarga Microsoft Office dan kami ingin menggunakan objek-objek di dalam Microsoft Office dengan mudah dan cepat. Walaupun VB NET dapat melakukan itu tetapi Microsoft Access dapat dipastikan jauh lebih mudah dan cepat. Untuk saat sekarang Microsoft Access adalah alat favorit kami untuk pembuatan aplikasi database di desktop. Dan bila anda ingin tahu, ASP NET dengan bahasa VB NET adalah alat favorit kami untuk membuat aplikasi database di internet atau intranet.

sumber: http://sudiyonodanang26.blogspot.com/2009/06/instalasi-komputer.html

Kamis, 14 April 2011

cara input transaksi kliring per hari antar bank

Pengelolaan data dan informasi bank, selain keakuratan dan kecepatan, harus mempertimbangkan aspek keamanan. Aspek tersebut sangat penting mengingat sebagian besar data bank adalah data keuangan yang dimiliki pihak eksternal yang jumlah dan lalu lintas datanya sangat fluktuatif dan cepat. Keberhasilan pengamanan data tersebut akan meningkatkan kredibilitas bank sebagai lembaga kepercayaan masyarakat (agent of trust), meningkatkan peranan bank sebagai instrumen moneter dalam lalu lintas pembayaran giral dari sisi perusahaan sebagai lembaga yang profit oriented, dapat mencegah kerugian yang akan mempengaruhi kondisi keuangan bank yang bersangkutan.

Beberapa contoh kasus yang menunjukkan kegagalan dalam sistem keamanan data akan dapat menyebabkan bank mengalami kesulitan, baik dalam bentuk kehilangan kekayaan perusahaan karena pembobolan oleh pihak yang tidak berhak, sehingga berdampak pada hilangnya kepercayaan nasabah. Modus operandi yang paling sering terjadi dalam pembobolan bank adalah transfer fiktif, manipulasi lewat komputer, pemanfaatan kartu kredit, dan bank tanpa izin.

Kasus-kasus kejahatan kerah putih (white collar crime) tersebut menuntut bank yang sudah memanfaatkan teknologi komputer dan
teknologi informasi untuk menerapkan sistem keamanan pada kegiatan operasional perbankan. Tiga faktor keamanan yang harus mendapat perlindungan dalam sistem keamanan bank adalah (1) kerahasiaan (security), (2) integritas (integrity), dan (3) ketersediaan (availability). Tujuan sistem keamanan tersebut harus diimplementasikan pada saat pengembangan sistem aplikasi perbankan. Langkah awalnya adalah mengidentifikasikan risiko-risiko yang potensial terjadi pada saat penggunaan teknologi komputer atau informasi untuk operasional perbankan.

SISTEM APLIKASI PERBANKAN

1. Hubungan antar Sub Sistem

Sistem informasi keuangan merupakan bagian penting dari struktur informasi di berbagai lembaga keuangan. Meskipun sering dinamakan sistem general ledger, sistem informasi keuangan sebenarnya adalah sistem pelaporan dan pengendalian keuangan menyeluruh yang tidak hanya sebatas fungsi-fungsi rutin yang mencakup pemeliharaan general ledger sebuah lembaga. Sistem ini merupakan salah satu dari dua sistem yang memayungi kegiatan bank. Sistem yang lainnya adalah sistem informasi nasabah (customer information system). Seperti sudah dikemukakan dalam modul pelatihan sebelumnya, sistem aplikasi perbankan terpadu sebenarnya terdiri dari berbagai sub sistem atau modul-modul yang saling berhubungan satu sama lain. Jika seluruh aktifitas bank sudah menggunakan sistem aplikasi maka jumlah subsistem atau modul aplikasinya akan semakin banyak. Bagaimana bentuk keterkaitan antara sub sistem atau modul tersebut disajikan kembali dalam Gambar 1 berikut.



Pengertian sistem aplikasi perbankan adalah penggunaan komputer dan alat-alat pendukungnya dalam operasional perbankan yang meliputi pencatatan, penghitungan, peringkasan, penggolongan, dan pelaporan semua kegiatan di bidang perbankan. Kegiatan tersebut bisa meliputi administrasi, akuntansi, manajemen, pemasaran, atau bidang lain yang mendukung kegiatan perbankan.

Proses komputerisasi pada kegiatan-kegiatan operasional perbankan tersebut selain dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi dan efektivitas operasional perbankan dalam melayani costumer atau nasabah, juga memberikan data dan informasi yang akurat bagi manajemen perbankan sehingga dapat digunakan sebagai bahan dalam penyusunan strategi selanjutnya dengan tujuan dapat menjaga kestabilan kredibilitas dan likuiditas lembaga perbankan tersebut.

Sistem aplikasi komputer perbankan yang lengkap dan terintegrasi satu sama lain mencakup sistem informasi keuangan (financial information system); sistem pengolahan transaksi (transaction processing system); sistem pengolahan aplikasi (application processing system); sistem keputusan manajemen (management decision system); serta sistem informasi nasabah (customer information system). Untuk kasus bank-bank di Indonesia, relatif belum ada sistem aplikasi bank yang bisa dikatakan full integrated. Sistem aplikasi yang bisa dikatakan hampir semua bank sudah menerapkan sebagian atau seluruhnya adalah sistem pengolahan aplikasi (application processing system) yang berkaitan dengan pengelolaan dana masyarakat (deposit application system). Sistem aplikasi yang akan dikaji dalam modul pelatihan ini adalah adalah aplikasi general ledger dan aplikasi tabungan.

2. Aplikasi General Ledger
Sistem Aplikasi General Ledger ini bersifat Integrated banking operational system dengan memakai jaringan kerja komputer yang saling berhubungan dengan seluruh kegiatan operasional aplikasi perbankan, mulai dari proses pembukuan sampai dengan pelaporan keuangan bank serta penerapan sistem On Line antar bagian atau antar cabang.

Sistem informasi keuangan bisa menyediakan informasi untuk berbagai tujuan, yaitu (1) Pelaporan periodik, (2) Informasi historis, (3) laporan ke otoritas moneter (Bank Indonesia), (4) laporan konsolidasi, (5) perencanaan laba dan anggaran, (6) pelaporan kinerja, menghitung tingkat, hasil, dan berbagai rasio keuangan, (7) akuntansi biaya, dan (8) output untuk sistem lain. Fasilitas dan karakteristik tambahan yang terdapat pada berbagai sistem informasi keuangan yaitu informasi saldo rata-rata, memasukkan transaksi pada hari sebelumnya, pembangkitan transaksi secara otomatis, deskripsi transaksi otomatis, perbaikan pemasukan data, implosion dan eksplosion transaksi, pemasukan data secara on line, pelayanan on line, pembuatan berbagai bentuk laporan, sistem keamanaan, pembuatan laporan gabungan, perhitungan pajak, konversi nilai tukar mata uang, prosedur tutup tahun, serta fleksibitas sistem informasi keuangan tersebut. Karakteristik sistem tersebut dapat dilihat pada Gambar 2 berikut.



Informasi historis yang bisa dihasilkan sistem aplikasi perbankan diantaranya meliputi posisi saldo periode yang lalu, besarnya bunga periode yang lalu, dan rekapitulasi transaksi pada periode yang lalu. Informasi histroris tersebut merupakan hasil pengolahan data transaksi secara periodik yang juga dilengkapi dengan ketersediaan informasi saldo rata-rata, deskripsi transaksi otomatis, perbaikan input data transaksi, serta kemampuan eksplosion dan implosion. Informasi saldo rata-rata bisa diperinci per rekening, per nasabah, per cabang, atau per kelompok rekening.

Indikator-indikator di atas semuanya berkaitan dengan transaksi pada rekening-rekening keuangan bank. Pemasukan berbagai transaksi tersebut dilengkapi penjelasan sifat, jenis, atau keterangan mengenai transaksinya. Jika input data transaksi tersebut salah, sistem aplikasi dilengkapi dengan kemampuan untuk melakukan perbaikan atau pemeliharaan input datanya, yang meliputi pengeditan, penghapusan, pemutakhiran data nasabah, perbaikan nominal transaksi, dan keterangan-keterangan lain mengenai input transaksi.

Sistem aplikasi di Bank juga dilengkapi kemampuan eksplosion dan implosion. Eksplosion adalah kemampuan untuk menginput satu kali ke dalam sistem tetapi bisa untuk sejumlah transaksi, misalkan sekali input metode perhitungan bunga atau perhitungan pajak yang diberlakukan untuk semua rekening nasabah atau input penyetoran dengan mengkombinasikan uang tunai, pemindahbukuan, dan warkat kliring yang akan mempengaruhi rekening lain selain rekening penyetoran. Sedangkan implosion adalah kemampuan melakukan lebih dari satu masukan untuk satu transaksi, misalnya pembukaan rekening baru oleh seorang nasabah memerlukan beberapa kali masukan yang meliputi input data nasabah, biaya administrasi, serta pembuatan dan penyetoran pertamanya.

Sistem aplikasi juga dilengkapi dengan kemampuan pembuatan laporan, baik laporan transaksi harian per kelompok rekening per ledger atau sub ledger; laporan periodik harian, bulanan, atau tahunan; laporan konsolidasi seluruh cabang atau per cabang; serta laporan pertanggung jawaban petugas penginput transaksi. Jenis-jenis laporan tersebut biasanya dihasilkan setelah dilakukan proses akhir hari, akhir bulan, atau akhir tahun melalui prosedur tertentu yang juga secara lengkap tersedia dalam sistem aplikasi di Bank.

Kemampuan sistem yang berkaitan status Bank sebagai bank devisa adalah konversi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. Pemasukan nilai konversi tersebut bisa diubah-ubah sesuai dengan fluktuasi atau kebijakan pihak manajemen dalam menentukan kurs jual, kurs beli, atau penggunaan kurs tengah Bank Indonesia dalam pembuatan laporan keuangan.

Salah satu indikator sistem yang sangat penting adalah kehandalan sistem keamanan data. Sistem keamanan data yang dikaitkan dengan pengoperasian sistem aplikasi tersebut diterapkan secara berlapis dimulai dengan sistem keamanan jaringan komputer, penggunaan identitas pemakai yang dilengkapi password, pembuatan batasan wewenang dan otoritas pengguna komputer sesuai dengan deskripsi dan tingkatan jabatannya di bank, serta sistem Back Up data.

Indikator lain yang juga tersedia adalah keluwesan sistem aplikasi. Karakteristik ini mencakup kecepatan deteksi dan penjelasan kesalahan yang terjadi (trouble shooting), penguasaan sources program yang memungkinkan perubahan dan penyempurnaan program aplikasi di masa datang. Kemampuan ini sangat penting dalam mengantisipasi berbagai perubahan peraturan, misalnya format laporan ke BI, perubahan perhitungan pajak, atau perkembangan teknologi komputer itu sendiri. Perubahan-perubahan tersebut relatif sering terjadi di perbankan Indonesia.

Jenis penyajian informasi lainnya adalah laporan kinerja bank dan perhitungan berbagai rasio keuangan yang tidak secara otomatis dihasilkan oleh sistem aplikasi. Laporan kinerja bank tersebut meliputi pertumbuhan sumber dana selama periode tertentu untuk melihat pola kecenderungannya, pertumbuhan jumlah nasabah, atau perkembangan asset bank. Sedangkan yang berkaitan dengan rasio keuangan meliputi penyajian secara otomatis mengenai berbagai rasio keuangan, yaitu Return On Asset (ROA), Loan to deposit Ratio (LDR), Capital Adequacy Ratio (CAR), efisiensi biaya, dan lain-lain. Semua rasio tersebut bisa dihitung langsung berdasarkan posisi rekening pada laporan keuangan bank.

Salah satu karakteristik sistem informasi keuangan bank yang penting adalah integrasi sistem yaitu seluruh fungsi-fungsi perusahaan menggunakan satu sistem aplikasi atau kemampuannya untuk mengirimkan keluaran ke sistem lain secara otomatis. Sistem on-line atau sistem aplikasi perbankan terintegrasi ini merupakan trend TSI perbankan dewasa ini sehingga masing-masing bagian atau nasabah bisa secara online berhubungan dengan pihak bank di seluruh kantor cabang. Sistem on line ini memerlukan sistem jaringan komputer yang menghubungkan seluruh kantor cabang dan pembuatan sub-sub sistem aplikasi yang terintegrasi dengan memperhitungkan keterkaitan fungsional antar bagian di bank tersebut dan keterkaitannya dengan sistem eksternal, baik nasabah, lembaga keuangan lain, atau sistem-sistem informasi eksternal lainnya.

3. Sistem Aplikasi Tabungan

Penerapan sistem aplikasi tabungan pada dasarnya adalah merubah pengolahan data dari sistem manual yang bersifat prosedural atau langkah-langkah pelayanan tabungan untuk menjadi pengolahan data dengan menggunakan komputer. Secara umum penggunaan sistem aplikasi ini tidak merubah pengertian atau prosedur-prosedur mengenai tabungan yang berlaku standar untuk setiap bank. Perbedaan yang ada lebih bersifat pelayanan terhadap nasabah, perhitungan bunga secara otomatis dan cara pelaporan (reporting).

Kemampuan sistem aplikasi tabungan mungkin berbeda-beda antara satu bank dengan bank yang lain. Sebagai contoh, ada sistem aplikasi tabungan yang bisa mengakomodasikan sistem on line, tetapi masih ada bank yang menggunakan sistem aplikasi tabungan yang hanya bisa dioperasikan off line dan hanya terpasang di satu komputer (stand alone). Perbedaan kemampuan dan kapasitas sistem tersebut menyebabkan banyaknya berbagai jenis sistem aplikasi tabungan yang digunakan oleh bank-bank di Indonesia, baik yang dikembangkan sendiri oleh sumber daya intern bank maupun yang dibeli dari vendor atau software house.

Sistem aplikasi tabungan yang akan dipelajari disini adalah aplikasi yang memungkinkan diterapkannya sistem on line dan bisa digunakan oleh banyak pengguna (multi user). Aplikasi ini juga telah terintegrasi atau terhubung dengan aplikasi general ledger sehingga pada pembuatan laporan neraca, sistem aplikasi tabungan tidak perlu memasukkan (input) ulang ke aplikasi general ledger tetapi secara otomatis dilakukan posting. Bentuk integrasi sistem aplikasi tabungan ke sistem aplikasi general ledger tersebut dapat dilihat pada Gambar 3 berikut.



Sumber : http://lt-lt.facebook.com/note.php?note_id=123637347666962

cara input transaksi kliring per hari antar bank

Pengelolaan data dan informasi bank, selain keakuratan dan kecepatan, harus mempertimbangkan aspek keamanan. Aspek tersebut sangat penting mengingat sebagian besar data bank adalah data keuangan yang dimiliki pihak eksternal yang jumlah dan lalu lintas datanya sangat fluktuatif dan cepat. Keberhasilan pengamanan data tersebut akan meningkatkan kredibilitas bank sebagai lembaga kepercayaan masyarakat (agent of trust), meningkatkan peranan bank sebagai instrumen moneter dalam lalu lintas pembayaran giral dari sisi perusahaan sebagai lembaga yang profit oriented, dapat mencegah kerugian yang akan mempengaruhi kondisi keuangan bank yang bersangkutan.

Beberapa contoh kasus yang menunjukkan kegagalan dalam sistem keamanan data akan dapat menyebabkan bank mengalami kesulitan, baik dalam bentuk kehilangan kekayaan perusahaan karena pembobolan oleh pihak yang tidak berhak, sehingga berdampak pada hilangnya kepercayaan nasabah. Modus operandi yang paling sering terjadi dalam pembobolan bank adalah transfer fiktif, manipulasi lewat komputer, pemanfaatan kartu kredit, dan bank tanpa izin.

Kasus-kasus kejahatan kerah putih (white collar crime) tersebut menuntut bank yang sudah memanfaatkan teknologi komputer dan
teknologi informasi untuk menerapkan sistem keamanan pada kegiatan operasional perbankan. Tiga faktor keamanan yang harus mendapat perlindungan dalam sistem keamanan bank adalah (1) kerahasiaan (security), (2) integritas (integrity), dan (3) ketersediaan (availability). Tujuan sistem keamanan tersebut harus diimplementasikan pada saat pengembangan sistem aplikasi perbankan. Langkah awalnya adalah mengidentifikasikan risiko-risiko yang potensial terjadi pada saat penggunaan teknologi komputer atau informasi untuk operasional perbankan.

SISTEM APLIKASI PERBANKAN

1. Hubungan antar Sub Sistem

Sistem informasi keuangan merupakan bagian penting dari struktur informasi di berbagai lembaga keuangan. Meskipun sering dinamakan sistem general ledger, sistem informasi keuangan sebenarnya adalah sistem pelaporan dan pengendalian keuangan menyeluruh yang tidak hanya sebatas fungsi-fungsi rutin yang mencakup pemeliharaan general ledger sebuah lembaga. Sistem ini merupakan salah satu dari dua sistem yang memayungi kegiatan bank. Sistem yang lainnya adalah sistem informasi nasabah (customer information system). Seperti sudah dikemukakan dalam modul pelatihan sebelumnya, sistem aplikasi perbankan terpadu sebenarnya terdiri dari berbagai sub sistem atau modul-modul yang saling berhubungan satu sama lain. Jika seluruh aktifitas bank sudah menggunakan sistem aplikasi maka jumlah subsistem atau modul aplikasinya akan semakin banyak. Bagaimana bentuk keterkaitan antara sub sistem atau modul tersebut disajikan kembali dalam Gambar 1 berikut.



Pengertian sistem aplikasi perbankan adalah penggunaan komputer dan alat-alat pendukungnya dalam operasional perbankan yang meliputi pencatatan, penghitungan, peringkasan, penggolongan, dan pelaporan semua kegiatan di bidang perbankan. Kegiatan tersebut bisa meliputi administrasi, akuntansi, manajemen, pemasaran, atau bidang lain yang mendukung kegiatan perbankan.

Proses komputerisasi pada kegiatan-kegiatan operasional perbankan tersebut selain dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi dan efektivitas operasional perbankan dalam melayani costumer atau nasabah, juga memberikan data dan informasi yang akurat bagi manajemen perbankan sehingga dapat digunakan sebagai bahan dalam penyusunan strategi selanjutnya dengan tujuan dapat menjaga kestabilan kredibilitas dan likuiditas lembaga perbankan tersebut.

Sistem aplikasi komputer perbankan yang lengkap dan terintegrasi satu sama lain mencakup sistem informasi keuangan (financial information system); sistem pengolahan transaksi (transaction processing system); sistem pengolahan aplikasi (application processing system); sistem keputusan manajemen (management decision system); serta sistem informasi nasabah (customer information system). Untuk kasus bank-bank di Indonesia, relatif belum ada sistem aplikasi bank yang bisa dikatakan full integrated. Sistem aplikasi yang bisa dikatakan hampir semua bank sudah menerapkan sebagian atau seluruhnya adalah sistem pengolahan aplikasi (application processing system) yang berkaitan dengan pengelolaan dana masyarakat (deposit application system). Sistem aplikasi yang akan dikaji dalam modul pelatihan ini adalah adalah aplikasi general ledger dan aplikasi tabungan.

2. Aplikasi General Ledger
Sistem Aplikasi General Ledger ini bersifat Integrated banking operational system dengan memakai jaringan kerja komputer yang saling berhubungan dengan seluruh kegiatan operasional aplikasi perbankan, mulai dari proses pembukuan sampai dengan pelaporan keuangan bank serta penerapan sistem On Line antar bagian atau antar cabang.

Sistem informasi keuangan bisa menyediakan informasi untuk berbagai tujuan, yaitu (1) Pelaporan periodik, (2) Informasi historis, (3) laporan ke otoritas moneter (Bank Indonesia), (4) laporan konsolidasi, (5) perencanaan laba dan anggaran, (6) pelaporan kinerja, menghitung tingkat, hasil, dan berbagai rasio keuangan, (7) akuntansi biaya, dan (8) output untuk sistem lain. Fasilitas dan karakteristik tambahan yang terdapat pada berbagai sistem informasi keuangan yaitu informasi saldo rata-rata, memasukkan transaksi pada hari sebelumnya, pembangkitan transaksi secara otomatis, deskripsi transaksi otomatis, perbaikan pemasukan data, implosion dan eksplosion transaksi, pemasukan data secara on line, pelayanan on line, pembuatan berbagai bentuk laporan, sistem keamanaan, pembuatan laporan gabungan, perhitungan pajak, konversi nilai tukar mata uang, prosedur tutup tahun, serta fleksibitas sistem informasi keuangan tersebut. Karakteristik sistem tersebut dapat dilihat pada Gambar 2 berikut.



Informasi historis yang bisa dihasilkan sistem aplikasi perbankan diantaranya meliputi posisi saldo periode yang lalu, besarnya bunga periode yang lalu, dan rekapitulasi transaksi pada periode yang lalu. Informasi histroris tersebut merupakan hasil pengolahan data transaksi secara periodik yang juga dilengkapi dengan ketersediaan informasi saldo rata-rata, deskripsi transaksi otomatis, perbaikan input data transaksi, serta kemampuan eksplosion dan implosion. Informasi saldo rata-rata bisa diperinci per rekening, per nasabah, per cabang, atau per kelompok rekening.

Indikator-indikator di atas semuanya berkaitan dengan transaksi pada rekening-rekening keuangan bank. Pemasukan berbagai transaksi tersebut dilengkapi penjelasan sifat, jenis, atau keterangan mengenai transaksinya. Jika input data transaksi tersebut salah, sistem aplikasi dilengkapi dengan kemampuan untuk melakukan perbaikan atau pemeliharaan input datanya, yang meliputi pengeditan, penghapusan, pemutakhiran data nasabah, perbaikan nominal transaksi, dan keterangan-keterangan lain mengenai input transaksi.

Sistem aplikasi di Bank juga dilengkapi kemampuan eksplosion dan implosion. Eksplosion adalah kemampuan untuk menginput satu kali ke dalam sistem tetapi bisa untuk sejumlah transaksi, misalkan sekali input metode perhitungan bunga atau perhitungan pajak yang diberlakukan untuk semua rekening nasabah atau input penyetoran dengan mengkombinasikan uang tunai, pemindahbukuan, dan warkat kliring yang akan mempengaruhi rekening lain selain rekening penyetoran. Sedangkan implosion adalah kemampuan melakukan lebih dari satu masukan untuk satu transaksi, misalnya pembukaan rekening baru oleh seorang nasabah memerlukan beberapa kali masukan yang meliputi input data nasabah, biaya administrasi, serta pembuatan dan penyetoran pertamanya.

Sistem aplikasi juga dilengkapi dengan kemampuan pembuatan laporan, baik laporan transaksi harian per kelompok rekening per ledger atau sub ledger; laporan periodik harian, bulanan, atau tahunan; laporan konsolidasi seluruh cabang atau per cabang; serta laporan pertanggung jawaban petugas penginput transaksi. Jenis-jenis laporan tersebut biasanya dihasilkan setelah dilakukan proses akhir hari, akhir bulan, atau akhir tahun melalui prosedur tertentu yang juga secara lengkap tersedia dalam sistem aplikasi di Bank.

Kemampuan sistem yang berkaitan status Bank sebagai bank devisa adalah konversi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. Pemasukan nilai konversi tersebut bisa diubah-ubah sesuai dengan fluktuasi atau kebijakan pihak manajemen dalam menentukan kurs jual, kurs beli, atau penggunaan kurs tengah Bank Indonesia dalam pembuatan laporan keuangan.

Salah satu indikator sistem yang sangat penting adalah kehandalan sistem keamanan data. Sistem keamanan data yang dikaitkan dengan pengoperasian sistem aplikasi tersebut diterapkan secara berlapis dimulai dengan sistem keamanan jaringan komputer, penggunaan identitas pemakai yang dilengkapi password, pembuatan batasan wewenang dan otoritas pengguna komputer sesuai dengan deskripsi dan tingkatan jabatannya di bank, serta sistem Back Up data.

Indikator lain yang juga tersedia adalah keluwesan sistem aplikasi. Karakteristik ini mencakup kecepatan deteksi dan penjelasan kesalahan yang terjadi (trouble shooting), penguasaan sources program yang memungkinkan perubahan dan penyempurnaan program aplikasi di masa datang. Kemampuan ini sangat penting dalam mengantisipasi berbagai perubahan peraturan, misalnya format laporan ke BI, perubahan perhitungan pajak, atau perkembangan teknologi komputer itu sendiri. Perubahan-perubahan tersebut relatif sering terjadi di perbankan Indonesia.

Jenis penyajian informasi lainnya adalah laporan kinerja bank dan perhitungan berbagai rasio keuangan yang tidak secara otomatis dihasilkan oleh sistem aplikasi. Laporan kinerja bank tersebut meliputi pertumbuhan sumber dana selama periode tertentu untuk melihat pola kecenderungannya, pertumbuhan jumlah nasabah, atau perkembangan asset bank. Sedangkan yang berkaitan dengan rasio keuangan meliputi penyajian secara otomatis mengenai berbagai rasio keuangan, yaitu Return On Asset (ROA), Loan to deposit Ratio (LDR), Capital Adequacy Ratio (CAR), efisiensi biaya, dan lain-lain. Semua rasio tersebut bisa dihitung langsung berdasarkan posisi rekening pada laporan keuangan bank.

Salah satu karakteristik sistem informasi keuangan bank yang penting adalah integrasi sistem yaitu seluruh fungsi-fungsi perusahaan menggunakan satu sistem aplikasi atau kemampuannya untuk mengirimkan keluaran ke sistem lain secara otomatis. Sistem on-line atau sistem aplikasi perbankan terintegrasi ini merupakan trend TSI perbankan dewasa ini sehingga masing-masing bagian atau nasabah bisa secara online berhubungan dengan pihak bank di seluruh kantor cabang. Sistem on line ini memerlukan sistem jaringan komputer yang menghubungkan seluruh kantor cabang dan pembuatan sub-sub sistem aplikasi yang terintegrasi dengan memperhitungkan keterkaitan fungsional antar bagian di bank tersebut dan keterkaitannya dengan sistem eksternal, baik nasabah, lembaga keuangan lain, atau sistem-sistem informasi eksternal lainnya.

3. Sistem Aplikasi Tabungan

Penerapan sistem aplikasi tabungan pada dasarnya adalah merubah pengolahan data dari sistem manual yang bersifat prosedural atau langkah-langkah pelayanan tabungan untuk menjadi pengolahan data dengan menggunakan komputer. Secara umum penggunaan sistem aplikasi ini tidak merubah pengertian atau prosedur-prosedur mengenai tabungan yang berlaku standar untuk setiap bank. Perbedaan yang ada lebih bersifat pelayanan terhadap nasabah, perhitungan bunga secara otomatis dan cara pelaporan (reporting).

Kemampuan sistem aplikasi tabungan mungkin berbeda-beda antara satu bank dengan bank yang lain. Sebagai contoh, ada sistem aplikasi tabungan yang bisa mengakomodasikan sistem on line, tetapi masih ada bank yang menggunakan sistem aplikasi tabungan yang hanya bisa dioperasikan off line dan hanya terpasang di satu komputer (stand alone). Perbedaan kemampuan dan kapasitas sistem tersebut menyebabkan banyaknya berbagai jenis sistem aplikasi tabungan yang digunakan oleh bank-bank di Indonesia, baik yang dikembangkan sendiri oleh sumber daya intern bank maupun yang dibeli dari vendor atau software house.

Sistem aplikasi tabungan yang akan dipelajari disini adalah aplikasi yang memungkinkan diterapkannya sistem on line dan bisa digunakan oleh banyak pengguna (multi user). Aplikasi ini juga telah terintegrasi atau terhubung dengan aplikasi general ledger sehingga pada pembuatan laporan neraca, sistem aplikasi tabungan tidak perlu memasukkan (input) ulang ke aplikasi general ledger tetapi secara otomatis dilakukan posting. Bentuk integrasi sistem aplikasi tabungan ke sistem aplikasi general ledger tersebut dapat dilihat pada Gambar 3 berikut.

Minggu, 27 Maret 2011

VPN (Virtual private Network)

Di sini gue mau ngejelasin apa sih itu vpn, mungkin belum semua mengetahui akan fungsi vpn
VPN adalah singkatan dari virtual private network, yaitu jaringan pribadi (bukan untuk akses umum) yang menggunakan medium nonpribadi (misalnya internet) untuk menghubungkan antar remote-site secara aman. Perlu penerapan teknologi tertentu agar walaupun menggunakan medium yang umum, tetapi traffic (lalu lintas) antar remote-site tidak dapat disadap dengan mudah, juga tidak memungkinkan pihak lain untuk menyusupkan traffic yang tidak semestinya ke dalam remote-site.

adalah suatu jaringan privat (biasanya untuk instansi atau kelompok tertentu) di dalam jaringan internet (publik), dimana jaringan privat ini seolah-olah sedang mengakses jaringan lokalnya tapi menggunakan jaringan public

VPN adalah sebuah koneksi Virtual yang bersifat privat mengapa disebut demikian karena pada dasarnya jaringan ini tidak ada secara fisik hanya berupa jaringan virtual dan mengapa disebut privat karena jaringan ini merupakan jaringan yang sifatnya privat yang tidak semua orang bisa mengaksesnya. VPN Menghubungkan PC dengan jaringan publik atau internet namun sifatnya privat, karena bersifat privat maka tidak semua orang bisa terkoneksi ke jaringan ini dan mengaksesnya. Oleh karena itu diperlukan keamanan data

Konsep kerja VPN pada dasarnya VPN Membutuhkan sebuah server yang berfungsi sebagai penghubung antar PC. Jika digambarkan kira-kira seperti ini

internet <—> VPN Server <—-> VPN Client <—-> Client

bila digunakan untuk menghubungkan 2 komputer secara private dengan jaringan internet maka seperti ini: Komputer A <—> VPN Clinet <—> Internet <—> VPN Server <—> VPN Client <—> Komputer B

Jadi semua koneksi diatur oleh VPN Server sehingga dibutuhkan kemampuan VPN Server yang memadai agar koneksinya bisa lancar.

lalu apa sih yang dilakukan VPN ini?? pertama-tama VPN Server harus dikonfigurasi terlebih dahulu kemudian di client harus diinstall program VPN baru setelah itu bisa dikoneksikan. VPN di sisi client nanti akan membuat semacam koneksi virtual jadi nanti akan muncul VPN adater network semacam network adapter (Lan card) tetapi virtual. Tugas dari VPN Client ini adalah melakukan authentifikasi dan enkripsi/dekripsi.

Nah setelah terhubung maka nanti ketika Client mengakses data katakan client ingin membuka situs www.google.com. Request ini sebelum dikirimkan ke VPN server terlebih dahulu dienkripsi oleh VPN Client misal dienkripsi dengan rumus A sehingga request datanya akan berisi kode-kode. Setelah sampai ke server VPN oleh server data ini di dekrip dengan rumus A, karena sebelumnya sudah dikonfigurasi antara server dengan client maka server akan memiliki algorith yang sama untuk membaca sebuah enkripsi. Begitu juga sebaliknya dari server ke Client

Keamanan Dengan konsep demikian maka jaringan VPN ini menawarkan keamanan dan untraceable, tidak dapat terdeteksi sehingga IP kita tidak diketahui karena yang digunakan adalah IP Public milik VPN server. Dengan ada enkripsi dan dekripsi maka data yang lewat jaringan internet ini tidak dapat diakses oleh orang lain bahkan oleh client lain yang terhubung ke server VPN yang sama sekalipun. Karena kunci untuk membuka enkripsinya hanya diketahui oleh server VPN dan Client yang terhubung. Enkripsi dan dekripsi menyebabkan data tidak dapat dimodifikasi dan dibaca sehingga keamananya terjamin. Untuk menjebol data si pembajak data harus melalukan proses dekripsi tentunya untuk mencari rumus yang tepat dibutuhkan waktu yang sangat lama sehingga biasa menggunakan super computing untuk menjebol dan tentunya tidak semua orang memiliki PC dengan kemampuan super ini dan prosesnya rumit dan memakan waktu lama, agen-agen FBI atau CIA biasanya punya komputer semacam ini untuk membaca data-data rahasia yang dikirim melaui VPN.

Apakah Koneksi menggunakan VPN itu lebih cepat????? Hal ini tergantung dari koneksi antara client dengan VPN server karena proses data dilakukan dari VPN otomatis semua data yang masuk ke komputer kita dari jaringan internet akan masuk terlebih dahulu ke VPN server sehingga bila koneksi client ke VPN server bagus maka koneksi juga akan jadi lebih cepat. Biasanya yang terjadi adalah penurunan kecepatan menjadi sedikit lebih lambat karena harus melewati 2 jalur terlebih dahulu temasuk proses enkripsi. VPN ini bisa digunakan untuk mempercepat koneksi luar (internasional) bagaimana caranya???

misal kita punya koneksi lokal (IIX) sebesar 1mbps dan koneksi luar 384kbps kita bisa menggunakan VPN agar koneksi internasional menjadi sama dengan koneksi lokal 1mbps. Cara dengan menggunakan VPN Lokal yang diroute ke VPN Luar

internet <—->VPN Luar<—>VPN lokal <—>Client

mengapa model jaringan ini bisa lebih cepat sebab akses ke jaringan luar dilakukan oleh VPN luar lalu kemudian diteruskan oleh VPN lokal nah kita mengakses ke jaringan lokal yang berarti kecepatan aksesnya sebesar 1mbps. Tentunya diperlukan VPN dengan bandwith besar agar koneksinya bisa lancar.


Minggu, 20 Maret 2011

Sistem aplikasi perbankan peyetoran dan penarikan tabungan atau deposito

Di sini saya akan menjelaskan seperti judul di atas, dengan 2 system yaitu Teller dan non teller

Jika kita melakukan transaksi melalui teller kita akan melakukan pengisian form aplikasi yang akan kita gunakan transaksi apa yang akan kita pilih tabungan atau deposito oleh karena itu dalam sistem aplikasi peyetoran dan penarikan di ruang lingkup perbankan seharusnya kita haru sudah mengetahui tujuan apa yang akan kita lakukan saat ke bank, jika melakukan transaksi melalui no teller sehendaknya kita mengetahui no rekening yang akan kita tuju dan aplikasi yang akan di gunakan.

Dalam pengolaha informasi pada bank selain ke akuratan data kita juga harus memperhatikan faktor keamanan dalam bertransaksi. Aspek tersebut sangat penting mengingat sebagian besar data bank adalah data keuangan yang dimiliki pihak eksternal yang jumlah dan lalu lintas datanya sangat fluktuatif dan cepat.
Otomatis perbankan
deposit dan penarikan ke kota, terpencil dan penarikan deposito dan Gold lintas
Tongdui tiga.
Kota pos tabungan dan penarikan titik jaringan komputer saat
pengguna dengan tabungan buku tabungan, tabungan pos di jendela komputer jaringan
point untuk tabungan dan usaha penarikan; oleh kartu tabungan pos di mesin teller otomatis (ATM) untuk penarikan dan pertanyaan tentang bisnis.

jadi
Keberhasilan pengamanan data tersebut akan meningkatkan
kredibilitas bank sebagai lembaga kepercayaan masyarakat
(agent of trust), meningkatkan peranan bank sebagai
instrumen moneter dalam lalu lintas pembayaran
giral dari sisi perusahaan sebagai lembaga yang profit oriented,
dapat mencegah kerugian yang akan mempengaruhi kondisi keuangan
bank yang bersangkutan.